Loading...

Selasa, September 08, 2009

Blogger Indonesia award

Award dari Sastra Radio , terimah kasih sudah memberikan award ini pada diriku...duhhh.. (_-_)'' *maaf baru di posting ya, Daeng..




Nah ini tugasnya, yang kata Daeng Ivan mudah ( T_T) :
1. Buat puisi singkat atau kata-kata atau pesan, pokoknya mengenai Indonesia sebagai bukti kecintaan pada negeri ini....
2. Bagikan ke 10 teman yang lain, para blogger tanah air yang senantiasa memiliki dedikasi dan peduli terhadap segala aset dan budaya bangsa.


Award ini aku hibahkan kembali kepada sahabat2ku:
Mohon di terima...

Sang Merah Putih


terlalu banyak kesalahan
hingga pesannya tak lagi sampai...
meski lewat hujan,
meski lewat angin
meski lewat awan awan biru
meski lewat matahari terik
tak habis habis pergulatan..
tak usai juga pertengkaran...


atau;
barangkali kita yang terlalu lama duduk
terlalu lama diam dan nyaman dalam jeda
sibuk menerka warna,
mencerna tanya,
membias dalam duga
dan prasangka yang berulang...


teringat ceritamu dulu;
tentang darah yang tumpah
tentang tulang berserak
tentang tubuh yang bergelimpang
juga tentang semangat yang berkobar


namun kau tetap berkibar...


o, sang merah putih
ku tak ingin kibarmu tercabik
ku tak ingin merahmu memudar
juga putihmu ternoda...


o, sang merah putih
menyala lah dalam kegelapan sunyi
laksana api yang tak kan padam
walau di terjang angin badai,
penantang gelapnya malam...


o, sang merah putih
berkibarlah di ujung tertinggi
hingga asa dan raga berakhir
meleburkan dua warna
jelang masa depan bersama...



* Jangan Takut Menjadi Indonesia, Kawan!...
READ MORE - Blogger Indonesia award

Kamis, September 03, 2009

Jangan Lumpuhkan Nuranimu, kawan...


Sebuah pesan masuk dalam inbox di Fb ku, kemarin :
"Tindakan yang dapat merusak moral manusia adalah tindakan2 tak bermartabat, yang di lakukan tanpa berpedoman pada kehalusan budi pekerti serta tanpa di landasi kesadaran individual yang tinggi"

Entah kenapa otakku langsung berputar secara konstan dengan frekwensi yg teratur dlm periodik tertentu (halah!! bahasanya..!) lalu menghubung2kan pesan dari temanku tadi dengan kejadian2 yang marak berlaku di masyarakat Indonesia sekarang ini.

Pelecehan satu golongan dengan golongan lain. Menyerukan aspirasi yang kebablasan dan berujung fitnahisasi yang berlebihan. Menyuarakan suara rakyat yang pada dasarnya tak mengerti apa maksudnya. Menuntut pada penguasa perbaikan sana sini tanpa peduli bahwa pemerintah punya bertumpuk2 masalah yang harus segera di benahi satu persatu. Merasa dirinya paling benar dan bermartabat, hingga berpikir dia lah yang pantas memimpin negeri ini. Hingga, jalan melawan hukum agar bisa mencapai tujuan tertentu.

Lalu, aku jadi teringat dengan kejadian tahun 1998. Ketika aku berada di tengah2 kerumunan orang yang memakai jaket almamater. Saat itu merasa bangga, karena telah menjadi bagian dari sebuah reformasi bangsa. Tak peduli mata yang perih berhari2 akibat semprotan gas air mata. Berlari2 dari kejaran aparat yang memakai baju ala 'Robocops'. Hanya demi satu tujuan, perubahan yang lebih baik di negeri tercinta ini.

Akhirnya, apa yang kita dapat? Hilangnya Timor Timur dari NKRI, penjualan berbagai aset negara dll. Kemana teman2 'seperjuangan' pada waktu itu - yang sekarang telah menjadi anggota dewan yang terhormat? Kemana suara2 lantangnya yang dulu bak auman singa kelaparan di tengah hutan. .? Suatu kesia2an yang begitu menggelikan bahkan mungkin menyedihkan. Ah, begitu naif rasanya diriku ....

Aku, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa raga. Tapi aku juga berfikir, mungkin bangsa kita kena kutuk. Kena kutuk, akibat terlalu banyak perilaku kebinatangan yang di lakukan oleh sang manusia yang notabene 'makhluk Tuhan' yang di gembar gemborkan paling mulia.

Contoh globalnya gini deh, lihat saja reaksi dan bentukan sikap egois nan brutal suatu golongan atau masyarakat manusia yang sedang berhadapan dengan golongan atau masyarakat manusia yang lain, yang asing yang belum di kenalnya atau yang mana ia tak mau (atau malas) mengenalnya.
Sikap demikian, sama sekali nggak patut di jadikan contoh oleh suatu bangsa atau individu (bahkan oknum) sekalipun.

Meskipun era modern membawa kebaikan untuk manusia, namun secara paradoks, umat manusia itu sendiri berada dalam 'highly ultimate danger', selama orang hidup tidak sebagai manusia, tetapi sebagai binatang.
Mungkin, kegelapan di Indonesia bisa disebabkan oleh sistem struktur sosial yang memberi peluang bagi beragamnya tindakan kekerasan terhadap kemanusiaan.

Jadi teringat kata2 dari bapakku dulu, bahwa perikemanusiaan, atau kasih, atau apalah namanya, memang sepintas tampak lemah tapi kalau kita bisa memanfaatkan energi yang tersimpan di baliknya, kelemahan itu bisa berevolusi dan menjadikan kita individu yang sangat kuat.

Ingat, sempurnanya tubuh nggak pernah menjadikan jaminan atas sempurnanya jiwa. Namun bagaimana kita mau menyempurnakan jiwa kalau nggak tertinggal sedikitpun rasa perikemanusiaan di dalamnya???
Well, belum ada yang mampu menjawab tantangan ini.




*Kawan, jadi, beranikah kau berperang melawan diri mu sendiri untuk mengurangi sikap 'gegabah' kepada orang lain. Sanggupkah kau mengalahkan obsesi kehidupanmu sendiri untuk merintis peperangan2 yang at least lebih punya harga diri dan terhormat di mata orang2 terdekatmu?
Kawan, mulailah meruntuhkan tembok2 kebanggaan terhadap sifat 'merasa diri paling benar' yang kau miliki. Dan mulailah belajar mengeluarkan kata kata yang lebih bijak.


**Apapun jalan yang kita tempuh, apapun 'peperangan' yang berkecamuk dalam diri, selalu ada pilihan. Pilihan itulah yang membuat 'siapa diri kita sebenarnya'. Semoga selalu dapat memilih untuk melakukan apa yang benar....

READ MORE - Jangan Lumpuhkan Nuranimu, kawan...

Rabu, September 02, 2009

Award from Fanny and The Hottest Female Blogger

Kata orang, menulis merupakan kegiatan hidup yang amat bernilai tinggi dan mulia. Sebab dengan menulis, hidup kita akan terasa lebih berarti.

Bagaimana nggak berarti? untuk menulis dengan baik, kita memerlukan kemampuan untuk bisa menambahkan ’ a more value‘ into the life itself , lalu nggak lupa menganalisa: bagaimana awal terjadinya, bagaimana pola frekuensi kejadiannya, garis merah/hikmah apa yang bisa kita ambil dari sana dsbnya... dsbnya.

Barangkali begitulah pandangan hidup yang dianut Blogger cewek yang satu ini. Menulis selain mengasah bakat, juga bisa mengembangkan 'nilai' hidup yang (mungkin) tanpa disadarinya bisa menginspirasi banyak orang. Hehehe...sukur2 bisa menimbulkan sebuah sensasi tersendiri yang membangkitkan kesadaran diri, juga keberanian berfikir yang dapat menajamkan intuisi serta memberi ruang untuk mengasah ketinggian jiwa bagi yang membaca tulisan2nya.
Ya, Fanny Sang Cerpenis Bercerita.

Siapa yang gak kenal Fanny Sang Cerpenis Bercerita. Blogger cewek satu ini pastilah sudah di kenal di segala penjuru maya ini. Pengelola 8 blog yang super duper aktif meng-update postingan ini juga baru saja berkolaborasi dengan Fanda melahirkan sebuah blog berlabel F2. Hebat euy...! Gak kebayang deh pasti bakalan keren kolaborasi ini.

O, ya..Beberapa minggu lalu, ibu notaris ini baru saja menggelar hajatan dalam rangka 1 tahun nge-blog. Acaranya...ya, tentulah bagi2 award... :)
Ini, nih..awardnya...... keren kaann...?


Thank's ya, Fan.... ^_^



The Hottest Female Blogger Award

Award keren ini aku dapatkan dari 2 teman yaitu dari Mbak Reni dan Henny Y Caprestya.
Duh, tersandung, eh..tersanjung deh, terima award ini dari mereka.

Dan ini aturan mainnya,

1. Banner award tidak boleh diubah baik tulisan, warna dan signaturenya yaa… kalo di-resize gambar boleh.

Keren ya... :)


2. Tuliskan siapa yang ngasi award dan url nya trus url nya harus di-hyperlink ke bannernya yaa… supaya yang ngasih dapet backlink dari website kamu.
Aku mendapatkan award ini dari Mbak Reny dan Henny Y Caprestya

3. Pilih 10 orang female blogger yang kamu kenal dan belum nerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir dia layak dapetin award ini.
( ini, nih....bingung...secara yang aku kenal blogger cewek itu2 aja, dan mereka kayaknya sudah di tag teman2 lain yang sudah duluan posting award ini...duuh ) Moga yang aku tag ini belum dapat ya, hehehe....

Bagiku, sepuluh blogger cewek di atas layak menerima award "The Hottest Female Bloggers". Pokoknya tulisan2 ke sepuluh cewek di atas ini keren abiisss.... *_*

4. Peer selanjutnya adalah :
  • Buka search engine Google
  • Tulis nama kamu dilanjutkan dengan kata ‘needs’, misalnya : tisti needs
  • Klik “search”
  • Tulis deh 10 hasil pertama yang muncul di halaman itu. (kalo namanya gak keluar, coba ditulis dengan tanda petik “_” misalnya “tisti needs” baru disearch).
Dan, ternyata yang keluar adalah...
  • Tisti needs to be accurately available so trying to figure it... ( mmm.....)
  • Tisti needs of developing countries. ( duuuh...)
  • Tisti needs someone to bitch slap of her couple.... (hahahaha....)
  • Tisti FFFFFFFFF...not need it (gak ngerti maksutnyah!)
  • Tisti Needs Premium Membership Statistics 19 Deviations 115 Comments 1735 Pageviews (o yeah, seandainya memang seperti itu...hahahaha)
  • Tisti needs a RMA (RMA?...apaan yak??..imunisasi buat otak bukan??)
  • Tisti needs needs nicely, but I have a felling that will change. ... ( mudah2an perubahan menjadi lebih baik kaleee..)
  • Tisti needs bingkisan cantik ( horeee...)
  • Tisti needs Tisti Rabbani from MyBloglog (yah, ini mah aku... hehehehe)
  • Tisti needs volunteers to supervise (mmm...pikir2 dulu deh, gak di bayar siihh...hehehehe)
Selesaaiii!!!.....(leganyaa..)...
READ MORE - Award from Fanny and The Hottest Female Blogger

Jumat, Agustus 21, 2009

Tentang Sebuah Nyanyian

tahu kah kau?
tentang sebuah nyanyian
bukan sembarang nyanyian
ialah yang bisa menyentuh sukma
yang terserak entah dimana

sebuah nyanyian yang keluar dari jiwa

tahukah kau?
jiwa yang bernyanyi itu?

ialah yang bermesraan
di sepertiga malam

terkadang berbisik
terkadang merintih

merangkai kata
hanya untuk memenuhi hasrat cintanya

kala jiwa lain terlena
pada selimut pekat

nyanyian jiwa itu
tetap bersenandung
melantunkan melodi cinta
yang hanya ia dan Rabb-nya

merasakan
kebahagiaan
tiada tara

terlalu indah
untuk di ungkapkan

kala ia bermesraan
dengan Sang Pecinta Sejati....




Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kesempatan untuk berpuasa Ramadhan dan mendirikan Qiyamu Ramadhan, dan jadikanlah kami di bulan Ramadhan orang-orang yang diterima amalan-amalannya dan jadikanlah kami di bulan Ramadhan orang-orang yang dibebaskan dari api neraka.
Amin.


READ MORE - Tentang Sebuah Nyanyian

Selasa, Agustus 18, 2009

Award dari Sastra Radio



Aku punya keyakinan yang aku pegang dari dulu. Bahwa dalam perjalanan hidup, kita seharusnya selalu mencoba meraba peta implisit yang dibisikkan Sang Khalik melalui barisan tentara langit-Nya. Sehingga apapun kondisinya, sepertinya kita harus menemukan “the thin red line” alias pemaknaan yang bergolak didalamnya terlebih dulu, sehingga apapun yang terjadi, mau itu baik ataupun buruk, kita bisa lebih mensyukurinya aja.

Begitu juga dalam hal memaknai arti "pekerjaan". Kita harus bisa bekerja berdasarkan PASSION. Maksutnya ya.. being happy dengan apa yang kita kerjakan plus ( kalo bisa) punya lingkungan yang juga mendukung. Pokoknya kata orang yang bijaksana , just don’t waste your time, pokoke jadikan pekerjaan itu berarti dalam hidupmu.

Seperti halnya yang aku lihat pada seseorang (walaupun baru kenal, tapi bisa nih kebaca di blognya) Menjadikan passion bakatnya menjadi suatu pekerjaan yang berarti sekaligus mendukung minatnya di dunia sastra. Bang Ivan Kavalera, sang penyair dari Satra Radio. Apresiasinya yang begitu tinggi terhadap dunia sastra, mengantar abang ini pada suatu pekerjaan yang membuatnya merasa nyaman, penyair sekaligus penyiar radio membawakan program sastra.

Dan beberapa hari lalu, bang Ivan telah sudi memberikan bingkisan berupa International Blogger Community Award padaku. Sebenarnya aku sendiri pernah menerima award ini beberapa bulan lalu. Tapi, tak apalah demi persahabatan dengan bang Ivan aku terima award ini dengan senang hati. :)

Oya, ada tugasnya nihh. Begini, nih aturan mainnya...

Berikut adalah aturan BLoGGiSTa iNFo CoRNeR yang harus dilakukan oleh si penerima award.

Rules ( Aturan ) :

1. Link the person who tagged you ( Tautkan dengan orang yang men-tag anda )

2. Copy the image above, the rules and the questionnaire in this post. ( Copy gambar di atas berikut aturan dan pertanyaan pada postingan ini)

3. Post this in one or all your blogs. ( Posting award ini pada satu atau pada semua blog milik anda )

4. Answer the four questions following these rules ( Jawab empatt pertanyaan di bawah dengan mengikuti aturan yang ada

5. Recriut at least 7 friends on your blogroll by sharing this with them ( Rekrut sedikitnya 7 orang teman yg ada pada blogroll anda lalu berbagi award ini dengan mereka )


6. Come back to BLoGGiSTa iNFo CoRNeR ( PLEASE DO NOT CHANGE THIS LINK ) at http://bloggistame. blogspot.com and leave the URL of your post in order for you/ your Blog to be added to the Master List. ( Kunjungi BLoGGISTa iNFo CoRNeR jangan di ubah linknya ) di http://bloggistame. blogspot.com dan tinggalkan URL blog anda untuk di tambahkan pada Master List ).



7. Have fun !! ( Selamat bersenang-senang)


Questions & Your Answer ( Pertanyaan & Jawaban) :

1. The person who tagged you (Orang yang men-tag anda) Ivan Kavalera


2. His/Her site's title and url ( Judul situs dan url-nya) http://ekspresiradiocempaka.blogspot.com


3. Date when you were tagged ( Tanggal ketika men-tag anda ) : 12 Agustus 2009


4. Persons you tagged ( Orang orang yang anda tagged atau yang di beri award ) :


Itulah 7 teman blogger yang bakal meneruskan award plus tugas ini. Semoga berkenan..





READ MORE - Award dari Sastra Radio

Sabtu, Agustus 15, 2009

Too Smart and Too Complicated


Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu , aku mengenal pria pendiam ini. Dia adalah teman sekelasku waktu kuliah dulu. Orangnya lebih banyak diam, dan lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan ketimbang nongkrong di kantin kampus bareng kami. Wajar kalau dia memang satu2 nya mahasiswa yang lulus tercepat di angkatan kami. Dia salah satu yang lulus dengan predikat 'cum laude' di kampus ketika itu, dengan IPK jauh di atas rata rata.

Perjumpaanku dengan dia terjadi pada saat kami sama2 mengikuti satu seminar di suatu tempat, minggu kemarin. Perbincangan terjadi saat 'coffee break'.
Setelah beberapa saat kami memulai percakapan, aku menemukan sesuatu yang aneh pada dirinya..

He’s way too smart and too complicated. Setiap percakapan selalu di artikan atau di jabarkan dengan symbols, enigma, expressions..
even the simple one..


Dia membuatku selalu berpikir, berpikir selama....ada deh 5 menitan ( T__T) , cuma buat mencerna kalimat yang dia katakan untuk di translate dalam otak ku...

5 minutes is wasted only to interpretate a sign from his brain wave.... sigh!...


Contohnya, pria satu ini pernah bilang sama aku:
"Jiwamu bervibrasi di satu titik dalam lintasan domain pikir yang kamu ciptakan sendiri.."
[D4mn Dude!! try to read it in a simply one inhale.. I bet you can't!!]


Kalau ada yang ngerti tunjuk tangan!!.....


Dia juga bilang kalo ternyata aku itu suka hal-hal yang paradok, [entahlah, apa maksutnyah!...]


Dia juga bilang: "Waktu hati ingin menumpahkan ekstase, tangan jadi terlalu lambat untuk ngetik sms", [artinya: jempol gue pegel nih sms-an, telpon2an aja siiiyh...] :P


Dia juga bilang, "Semua bisa mutlak dan nisbi ", [artinya: itu relatif]


Dia juga pernah bilang, "Itu cuma redaksi pujian standar, coba tolong dibuat formula pujian yang lebih berkelas dan sophisticated",
[artinya: plis deh, kalo mo muji gue nggak usah gitu, langsung aja....] ( >_< )


Dia juga pernah ngasih comment di FB teman, "Cinta selalu menawarkan kepuasan atau kebahagian.. tapi Cinta…menawarkan kematian untuk merengkuh zenithnya…",
[artinya: makanya, kalo nggak mau sakit, jangan pacaran!!]


Atau ini, " Karena kekurangan “Pasar Keteladanan” dlm komposisi tertentu..." hhh... T__T [tuh tuh tuh kan? yang itu kayaknya aku butuh 3 hari buat mengartikan..]


Fiiiuuuuhhhh [cabeee deee......]


Secara keseluruhan sebenarnya dia menarik, dan juga sangat complicated , memang... (excluding sophisticated of course).... Kelihatan kan dia punya cara sendiri untuk explore himself.


Tapi entah... Kok dengan melihat dia yang begitu, aku merasa, kalo dia terlalu kecewa sama dunia, terlalu kecewa sama kondisi yang selalu nggak men-define the riddles of his own mind
[nah aku mulai ketularan kan ngomong kyk dia?]


Hahaha... gilanya, aku jadi ngebayangin istrinya. Pasti sang istri musti bawa kamus kesana kemari kalo ngomong sama dia..


Busyeeeettt…
gimana cara orang kayak gini beromantis2 ria ya??


Akhirnya, aku jadi berpikir alangkah indahnya jadi orang dodol seperti aku yang tak perlu mencerna kata-kata karena mereka tak ada artinya apa-apa. Aku lebih senang melihat bunga merekah, kabut menggelayut, pohon pinus berbaris indah atau sawah yang menguning, dan anak-anak bermain bola sambil tertawa bebas ... ^_^



If you are enjoying a cup of coffee and you understand the bitter and the sweet of life, you will really enjoy the cup of your coffee then. So, not knowing is also a blessing.



READ MORE - Too Smart and Too Complicated

Selasa, Agustus 11, 2009

Love Jogja and U....


Dalam sebuah gerbong Kereta Api Argo Lawu jurusan Jakarta - Yogyakarta.


Jarum jam masih berada di angka 10. 10 wib.


Sudah bermenit-menit aku memandangi dinginnya kaca buram dari dalam kereta yang basah namun sama, tanpa rasa. Butir hujan yang bermain-main di luar masih bulat utuh dan tak tersentuh. Hmm, nggak ada kecemasan, nggak perlu penantian, hujan kali ini turun dengan kepasrahan yang mengaggumkan. Begitu deras, begitu lepas, namun pasrah dan begitu indah.


Entah sudah berapa ratus kali ku buka majalah wanita - yang tadi aku beli di peron stasiun Gambir. Aku bolak balik halaman demi halaman dengan perasaan nggak karuan. Pun setiap orang yang lewat, sepertinya memandang haru padaku. Well, off course, that's because I'm the one who's sitting alone there.

Sudah beberapa minggu kemarin aku hadir dan eksis kembali di kota kelahiranku, Jakarta, yang sumpek, uyel-uyelan dan nggak kalah semrawut bin macet bak neraka, ( walaupun sebenernya aku belum pernah mampir kesana :p) . Bukannya belagu, after all, aku ngerasa kehilangan sesuatu aja.

Kangen dengan suasana Jogja yang adem ayem; banyak motor - walaupun agak macet tapi tidak crowded. Kangen saat senja, melihat begitu banyak orang pulang-setelah bekerja di kota- dengan menggunakan sepeda. Pemandangan yang tidak aku dapatkan di kota Jakarta.

Belum lagi rasa kangen ku dengan suasana Bebeng-Lereng Merapi yang hampir tiap sore aku sambangi sekedar menikmati udara sejuk disana atau melihat lava merah yang turun meleleh di puncaknya. Atau sekedar berjalan kaki di seputaran Malioboro sembari menikmati sepotong lumpia. Lalu singgah sejenak di alun alun utara menyeruput wedang ronde dan jagung bakar. mmm...nikmat.

Hujan masih menampakkan keanggunannya. Derai airnya terus bergulir di kaca gerbong ini. Ada segumpal udara beku aku hirup, pun rindu yang terbawa tak membuatku bergeming menatap hujan di luar sana.

Kebenaran kadang memang sukar di pahami dan hanya bisa kita rasakan. Seperti halnya rasa yang tanpa kita sadari bertumbuh, ketika kita coba meraba dan tergagap dalam usaha mendefinisikan cinta yang bersemayam di dalam dada.

Tapi, semua nggak berjalan sebagaimana yang aku duga. Walaupun kita satu, kita masih bicara dalam bahasa dan berada pada ruang dimensi yang berbeda. Tapi aku bahagia kok, paling tidak untuk memulainya, aku buang semua standar bahasa dan dimensi duniaku, dan aku rela melakukannya.

Well, life is just like taking picture, exposes for shadow and develop for highlight.
Jadi untuk memulainya sekarang, semua bait "walaupun" tadi akan menjadi tanggunganku. Dan dengan semua ketentuan Allah bagi kita aku akan mencoba ikhlas menerima kondisi itu. Seperti yang pernah dikatakan seseorang padaku dahulu, bahwa manusia beradab adalah juga yang tahu membalas budi. Dan aku berusaha memenuhi kebaikan itu, walau agak berbeda. Aku nggak tau sama sekali bagaimana aku harus membalas semua kebaikan yang telah menyentuh lubuk terdalamku.

Bersamanya, ya, bersamanya... aku merasa jadi manusia yang lebih baik, yang ikhlas, yang percaya bahwa cinta itu memaafkan, yang mampu untuk mengakui kekalahan, yang mampu menerima keadaan, yang mampu menolong siapapun yang membutuhkan, yang mengajarkan aku untuk tetap berdzikir dan mengingat bahwa diatas langit masih ada langit.

Awalnya aku meragu. Ternyata pria sesederhana inilah, yang mampu meruntuhkan tembok itu. Sehingga pada akhirnya aku menyerah, dan menerima bahwa mencintai pada akhirnya bukanlah menjadi satu pilihan melainkan menjadi sebuah keputusan.

Laju kereta pun melambat, makin melambat seiring bunyi keras peluit kereta. Tulisan Stasiun Tugu Yogyakarta pun jelas terbaca olehku. Ah, lega rasanya sampai di jogja lagi.
Bergabung dengan kerumunan orang dan tas bawaanku, aku bergegas melangkah menuruni tangga kereta.

Tiba tiba. Disana, di ujung sana....aku melihat seorang laki laki memakai kemeja flanel kotak kotak, yang dengan yakinnya menghampiri aku. Seorang laki laki sederhana dengan bola mata yang cahayanya mampu menenggelamkan dunia ku. Yang tiap tatapannya mampu menyusuri tiap mimpi-mimpi ku selama ini. Dia melambai dengan ceria.

Dan aku, aku merasa aman berjalan disisinya. Ku harap ia juga mau meniti jalan itu bersamaku.

Tuuh, kaann...gimana gak ' Love Jogja and u '.... cobaaa.....???


*Tuhan, beri kami hati untuk menerima segala sesuatu yang tidak dapat kami ubah, beri kami keberanian untuk merubah segala sesuatu yang dapat kami ubah, dan beri kami kebijaksanaan untuk membedakan keduanya....*


Jogjakarta, Januari 1995

READ MORE - Love Jogja and U....

Sabtu, Agustus 08, 2009

Pinky Template, Pinky Award and The Others


"Lha, kok ono ondhol-ondhole, warna pink lagi..." kata suamiku dengan heran. Ketika melihat aku sedang asyik utak atik template ini. Gak heran, kalau suamiku bilang begitu, soalnya dari dulu, aku memang gak suka dengan warna2 pink dan turunannya. Aku bukanlah tipe sosok yang girly, cute, manis, manja...(grup). Tapi bukan juga cewek tomboy. Hanya, memang tidak suka pernak pernik imut nan lucu lagi pink. Pokoknya.... bukan boneka, bukan bunga......bukan sesuatu yang merah muda (soul id banget deeeh!).

Tapi, mungkin Tuhan membalas segala perbuatanku yang membenci warna pink. Hingga pada suatu masa (waktu aku sedang hamil anak ke dua..) aku menjadi begitu tergila gila dengan warna yang dulu aku gak suka sama sekali. Hehehehe...
Setiap ada benda; entah itu baju, sepatu, sendal, tas, bahkan (maaf) daleman pun aku beli bila ada yang berwarna pink.
Pernah, ketika suatu hari saat jalan2 di mall aku 'ngambek' sama suami yang gak setuju ketika aku dengan sangat antusias memilih celana jeans (bergambar bunga2) warna pink lagi!. Entahlah, pokoknya pada saat itu rasanya jeans itu memang dibuat hanya untukku.. (halah!)
"Norak banget, sih!"...kata suami sambil jalan meninggalkan diriku yang termangu terpesona dengan jeans itu.

Ingat juga, ketika saat acara keluarga aku berpenampilan serba pink. Dari jilbab, baju, tas, dompet sampai sepatu dan... jeans! (yg akhirnya aku beli tanpa sepengetahuan suami) . Sampai kakak dan adikku (dan seluruh kerabatku, off course!...) menatap aneh penuh jijay dengan penampakanku yang lebih mirip harum manis itu ketimbang cantik apalagi anggun. Tapi, tentu saja pada saat itu, aku merasa cuaantikk dan over PD. hahahaha....(maklum....bawaan bayi kalii...)

Kini, tentu saja tidak se-ekstrim 'kegilaan' ku pada warna pink di bandingkan saat hamil dulu. Koleksi barang2 pink bisa dihitung dengan jari. Eh, belum termasuk ini lhooo..., template ku yang baru..hehehe..
Pertama liat template ini aku suka, karena kelihatan minimalis, tak banyak gambar dan warnanya itu lhooo, pink dan abu2, menurutku warna pink dan abuabu adalah perpaduan yang manis dan berkesan modern. Mudah2an kali ini gak cepet bosen...

Oya, aku juga menerima bingkisan award dari sahabat2 yang kali ini almost bernuansa merah dan pink. ^_^

Yang pertama, Award dari Mbak Reni yang juga pemilik The Others; sahabat yang berasal dari madiun ini mengirimkan award yang bergambar bunga warna merah design by Fanda. Cantik, makasih ya Mbak..


Yang kedua , Award datang dari Fanny Sang Cerpenis, yang juga penikmat srawberry. Mmm...so yummi... awardnya pink lagi :)
Dua award ini juga asli design by Fanny. Thanks for your pinky strawberry award ya :)





Award dari Ivan Kavalera seorang penyair sekaligus tukang Sastra Radio. Kan kuterima uluran jabat erat dari sahabat. Terima kasih, bang...



Terakhir, rasanya gak pantes kalau aku juga tidak memberi bingkisan buat teman2. Award ini di buat akibat terkena demam virus 'bikin award sendiri' yang sangat menular itu. :)
Ya, ini adalah award yang sukses bikin aku cuti dari blogwalking dan posting.
Karena judulnya lagi tema Pinky (walaupun bukan bulan kasih sayang), jadi sengaja aku bikin award2 ini dengan warna2 pink. (sebenernya maksa, biar matching ama templatenyah..)

Pertama, Pinky Award


Award ini khusus untuk : Anazkia, Mbak Newsoul, Fanda, Mbak Reni, Inuel, Fanny Sang Cerpenis, Sofia, Itik Bali, Irma Senjaque, Quinie, Mbak Lintang, dan Mbak Lina
Semoga berkenan.

Award yang kedua, sebuah Coffee Cup Award

Aku beri kepada Buwel, Azzare, Bang Seti@wan, Bang Ivan Kavalera si Sastra Radio, Pak Kabasaran Sultan, Hari Lazuardi, Attayaya, Rio si Semut, Mas -3-, Sigit Bercinta dengan kata, Trimatra dan Laksmana Embun.
Semoga bisa menemani minum kopi disaat lembur blogging. :)


Kemudian Award yang ketiga, ini aku berikan kepada teman2 semua, yang telah sudi menyempatkan singgah di blog ku ini, serta sempat memberikan sepatah atau banyak patah kata di kotak komentar.



Aku persembahkan award ini pada: Zahra Khusnul Lathifa, Inuel, Mbak Newsoul, Anazkia, Mbak Reni, Fanny Cerpenis, Sofia, Mbak Nura, Mbak Lina, Mbak Lintang, Isti, Henny Capriyasa, Rachel Istebey, Buwel, Hari Lazuardi, Attayaya, Patahati, Liliperry, Angga Chen, dan Laksmana Embun.

Semoga berkenan :)

READ MORE - Pinky Template, Pinky Award and The Others

Senin, Agustus 03, 2009

Pada Sebuah Kabut


berdiri, mematung;

terlihat gelap

diantara desir angin;

ada jejak kaki

melintasi

padang rumput

di kesunyian hari;

getar pohon

adalah selimutnya;

menjelma hitam

dari sinar bulan

pada lereng goyah;

kemudian berbagi rahasia

pada sebuah bayangan putih

laksana bidadari turun

begitu anggun;

pada lengkungan pelangi

yang melindungi

dari kerusakannya;



READ MORE - Pada Sebuah Kabut

Sabtu, Agustus 01, 2009

Two Ways Of Live : with regret or without it....


The angel voices milik George Michael masih mendayu-dayu memanggil-manggil “Roxanne” yang seharusnya milik Sting. Café ini memang agak sepi pengunjung dibanding hari biasanya. Tempatnyapun nggak terlalu jauh dari rumah ku.


Maya masih menggenggam cairan bening berbau lembut yang sumpah, rasanya pasti menyengat ke otak lamat-lamat. Entah apa namanya. Sudah tiga gelas.... ini yang ke empat. Mata bulatnya bergerak-gerak, setengah sembab dan hampa tertutup gumpalan asap.


Belum lagi hembusan Black Slim yang baunya, asli... bikin aku pusing setengah mati. Tapi mau gimana lagi, aku pasrah aja pas mulut ini seenaknya mengatakan “Kalau mau merokok, go ahead...aku gak papa kok". Walhasil aku cuma bisa mingkem ngaduk-ngaduk lite-macchiato plus gula yang wanginya diperkirakan dapat menghapus segala lara di diriku (kalopun ada).


Aku cuma bisa lekat-lekat memandangi wajah putih Maya. Warna matanya merah, semerah mata jagoan anak ku waktu TK, Megaloman. Rambutnya yang terurai ringan, berwarna nggak jelas yang kadang hitam kadang pirang, membuat aku makin yakin, kalo Maya itu fans beratnya Megaloman.


Tatapan Maya terpaku beku dalam beningnya gelas kecil bening yang sedari tadi bermain lincah didalam genggamannya. Seperti biasa aku cuma bisa diam.


Butiran air matanya satu satu mulai jatuh.


Ponsel ku bergetar. Bojoku.


“May, gue harus pulang..” Ungkap ku pelan.


"Laki loe..?". Aku ngangguk pelan. “It’s okay, just give me a big hug like usual”.


Aku memeluk Maya.


Emang nggak gampang buat seorang Maya untuk ada diposisi: WIL, Wanita Idaman Lain, atau gampangnya wanita simpanan seorang laki-laki beristri. Menurutku Maya nggak deserve aja untuk dapetin itu semua. Dia pintar, cantik pula. Dan dunia ada di dalam genggamannya. Tapi aku juga nggak ngerti, kenapa dia musti milih jalan yang kayak gini.


Sebelumnya, dari dulu, dulu-dulu banget, sebelum semuanya jadi kayak gini, aku udah berkali-kali bilang ke Maya, “Better don’t start that fire..”. Tapi jawaban simple dan percaya diri Maya ngeluluhin rasa heran ku, “Loe tu ye, jangan terlalu serius gitu ah, gw ama dia cuman seneng hang out bareng aja kok. It’s just about having fun, I’m not taking it as my personal things.” Maya mengkodekan tanda kutip dengan jari-jarinya yang lentik. Lalu tertawa berbangga.


But look who’s laughing last.



Aku rasa emang nggak segampang yang ku kira. It’s so damn near impossible to find a good man who will gonna leave his wife, after you, which is a dessert, hidangan pencuci mulut!.


Dan setelah semua api itu terbakar, Maya cuma malu-malu memutar ragu, “I dont want you to forgive me, but I want you to understand, I simply can’t live without him”. Saat itu aku pengen banget teriak “But HE’S NOT YOURS!”.


Prinsip aku: Don’t ever get whatever things that is not yours!! It’s called STEALING! Since we’re a good people, we’re not STEALING!


Tapi mau gimana lagi, cinta itu buta. Kadang kalo udah badung dan kadung (alias telat, bahasa bojo ku), yang dimajukan bukan hati ataupun rasionalitas, melainkan nafsu setan alas. Tau deh bener apa kagaknya.


Aku jadi inget juga tentang suatu percakapan antara aku dan my beloved hubby:



Hubby: Dalam budaya Djawa, pria itu memimpin, dan wanita mengikuti.

Aku: Lalu kalau gitu, pria bisa memimpin seenaknya dong?

Hubby: Weh nggak gitu mbak. Maksutnya tuh gini, pria menawarkan langkah, dan wanita akan setuju dengan mengikuti.. dasar bolot..

Aku: (>_<)'.... biar bolot tapi kece...

Hubby: Kok Ragu gitu? Jangan Salah, bagaimanapun, mengikuti juga butuh kekuatan yang sama dengan memimpin..

Aku: Berarti keputusannya tetap di wanita ya?

Hubby: Iya dong!



Dada ku sesak, teringat Maya. Why did she choose to be so? Tapi aku tetap berusaha objektif (sesuatu disebut objektif jika ia bebas dari pengaruh perasaan, emosi atau pandangan sebelumnya).

Dan seperti apa yang dikatakan Rowena (Perfect stranger): Secret is great, until you get caught. Dan bisa ditebak, yang rugi tetap yang mengikuti, yaitu Maya. Untuk si pria sendiri (sebut saja Pak direktur Bejo), setelah semua terjadi, masih ada kemungkinan sang istri mau memaafkan segala kekhilafan Pak direktur Bejo.


Tapi coba lihat disisi lain, misalnya Maya memaksa Pak direktur Bejo untuk tetap menceraikan istrinya dan menikahi Maya, trus ternyata Pak direktur Bejo nggak mau. Semakin Maya maksa, semakin benci ajeh Pak direktur Bejo sama Maya. Dan konsekuensi lebih lanjutnya bisa ditebak lah. Maya nggak akan dapat apa-apa...


* There are two ways of live : with regret or without it...
READ MORE - Two Ways Of Live : with regret or without it....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

©2009 Tisti Rabbani | by TRB