Loading...

Tampilkan postingan dengan label goresan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goresan. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 17, 2009

Ketika Inspirasi Pergi


Close the door. Write with no one looking over your shoulder. Don't try to figure out what other people want to hear from you; figure out what you have to say. It's the one and only thing you have to offer. -Barbara Kingsolver-


Aku jadi teringat, Imam Ali menegaskan agar kita mengikat ilmu dengan menuliskannya. Karena itu, menulis merupakan kegiatan hidup yang amat bernilai tinggi dan mulia. Sebab dengan menulis, hidup kita akan terasa lebih berarti.


Bagaimana nggak berarti? untuk menulis dengan baik, kita memerlukan kemampuan untuk bisa menambahkan ’a more value‘ into the life itself lalu nggak lupa menganalisa bagaimana awal terjadinya, bagaimana pola frekuensi kejadiannya, garis merah/hikmah apa yang bisa kita ambil dari sana dsb dsb.


Tanpa kita sadari, menulis (selain berbuah bacaan yang sukur-sukur menginspirasi orang lain) akan menimbulkan sebuah sensasi tersendiri yang membangkitkan kesadaran diri, juga keberanian berfikir yang dapat menajamkan intuisi serta memberi ruang (seizing the gap) untuk mengasah ketinggian jiwa kita.


Maka menuliskan kebermaknaan hidup, bagi saya, menjadi hal utama sebelum kita nantinya nggak mampu lagi menjalani hari sama sekali (baca: mati!). Yeah walaupun sedikit, hidup setidaknya harus memiliki nilai dan arti, at least buat diri sendiri.


Lagian nyenengin juga kalee, kalo ada stranger yang baca tulisan kita, dan pada akhirnya (dengan ikhlasnya) bilang: "Tulisanmu memang benar2 hell crazy but it's so damn right. Tertutur jelas dan dekat dengan kenyataan. Menginspirasiku". Hohoho bisa mati kenarsisan kita!


Well pokoknya, saat kau melihat sesuatu yang tidak biasa dan tidak puas hanya dengan melihatnya. Kau harus menulis tentang hal itu. Lagipula ada pepatah yang bilang, ”Semua akan sirna, hilang, kecuali yang ditulis”. Bagi saya, menulis adalah sesuatu hal yang indah (beauty) and beauty is really worth preserving.



ah, inspirasi ...sudah terlalu lama kau pergi..

lalu, diksi... merinaikah bersama sepi...?

READ MORE - Ketika Inspirasi Pergi

Senin, November 02, 2009

Tidur Tengkurep


Akhir-akhir ini aku lagi punya hobi aneh.."tidur tengkurep.." Padahal dulu, tahun2 yang lalu, mana betah aku tidur tengkurep.. Tengkurep... adalah posisi paling tidak nyaman buat ku, tapsekarang?? terasa nyamaaaaaan banget..

Hidup itu emang aneh..

Apa yang sebelumnya kita anggep nggak mungkin,
tiba-tiba jadi mungkin. Apa yang sebelumnya kita gambar di
lukisan imajinasi kita,
tiba-tiba hasil nyatanya jadi beda banget..

Well.. perubahan itu terjadi bisa jadi karena hidup manusia itu berstruktur..

Jadi, kalo kita mengalami stagnasi secara berlebih..
atau at least menemukan sistem yang berdiri terlalu
absolut dan nggak harmonis, bisa jadi sistem semesta bakal automatic ngubah itu semua..

Awkward..
Bizzare..
Outstanding..
Alias aneh..

Tapi menurut ku.... disitulah letak keadilan.. Terkesan asing dan nggak penting memang..
but it did happen to me!!

Aku rasa bukan semesta yang ngerubah semua itu in hell automatic, tapi kayaknya.. emang udah diatur kayak gitu…

Tuhan memang tahu yang terbaik buat kita semua.. Dan itu semua karena dasarnya kita manusia memiliki pengetahuan yang sangat terbatas di bandingkan dengan ilmuNYA....

Kita terlalu banyak nggak ngerti dibanding ngertinya..
Tapi Tuhan Maha Pengampun....
Dia yang Maha
sempurna, Maha mengetahui segalanya..

Semisalnya aja dulu..
Aku gila pengen jadi Dokter.
Eh, malah dikasihnya jadi Arsitek.
Yang jaman aku SMA, jadi suatu hal yang nggak terbayang dalam pikiranku...**mau bilang...., nilai senirupa gambarnya jelek**

Dulu, pengen banget bekerja di salah satu gedung tinggi, memakai setelan blazer dan sepatu highheels.

Eh, sekarang....cukup kerja di rumah, depan komputer, utak atik 3Dmaxs, Autocad dan Archicad masih pake daster....( catat : daster!!).., malah kadang2 belom mandi... (-_-)

Padahal sekarang.. jelas kenyataannya beda.. hidup ku aman, ayem. Ini bukan masalah uang atau materi yang aku dapet.. Bukan...


Ini masalah, bagaimana aku enjoy di dunia ku ini sekarang, aku ngerasa pas banget… Aku ngerasa.. semua.. sekarang.. cocok aja sama hati ku..

Walau pertama kalinya nggak sejalan sama keinginanku, saat ini aku bener-bener bersyukur bisa exist di bidang yang aku tekunin sekarang..

Coz aku tau, banyak temen aku yang nggak enjoy sama kerjaannya..
yang nggak puas, coz
effort and achivement yang mereka dapet, nggak balance..

Aku jadi mikir.. kira-kira apa hikmahnya tidur tengkurep ya?

Mungkin hanya Tuhan yang tau.. dan aku juga nantinya sih pasti tau, asal aku bersabar dengan waktu..

Mungkin.....dengan tidur tengkurep... aku bisa jadi wanita yang lebih kuat....

Hahaha.. Jaka sembung naek ojek dong… (Gak nyambung dooong...)

Who knows then?
We can only see after..


Maha besar Tuhan yang tidak bersedia memberikan kepada makhluk-Nya cara-cara untuk mendapatkan pengetahuan tentang-Nya kecuali lewat ketidakmampuan untuk mencapai pengetahuan tentang-Nya


*Untuk seorang teman, yang memiliki segala tapi tidak cukup puas dengan hidupnya*

READ MORE - Tidur Tengkurep

Sabtu, Oktober 24, 2009

Guru Kehidupan


Di siang yang panas dalam bus Trans Jogja.....

Ada seorang bapak naik dari halte Malioboro. Dia mengenakan topi dan baju lecek basah oleh keringat disekujur tubuhnya. Sepatu yang dikenakannya terlihat bolong pada bagian depannya.
Di tangan kiri si bapak ada buku mewarnai bergambar anak laki-laki berpeci dan anak perempuan berjilbab. Karena bus penuh penumpang (maklum hari libur), bapak tadi cuma berdiri sambil memegang sepeda mini yang kelihatannya sih, menurut aku nggak baru lagi. Tapi seluruh body sang sepeda ditutupi plastik. Semua orang di sekeliling si bapak tadi menggerutu. Kurang lebih gara-gara sepeda si bapak makan tempat dalam bus - yang penuh sesak dan berjalan lambat itu - pastinya.

But it doesn't matter, si bapak terlalu memperhatikan sepeda mini itu, sambil berulang kali mengelap- ngelap (mungkin) debu yang menempel di plastik sepeda mini itu.

Batinku, betapa cintanya bapak itu dengan anaknya. Berpeluh, berdesakan, pulang membawa hadiah untuk anaknya. Berharap menerima lengkingan kegembiraan dari mulut mungil anaknya saat mereka mendapati bapaknya membawa kado spesial yang barangkali, buat orang kebanyakan, tak seberapa itu.

Ah, aku jadi senyum-senyum sendiri membayangkannya. Teringat dulu, ketika bapakku melakukan hal serupa dengan bapak tadi. Membelikanku sebuah sepeda, sepeda balap lagi!. Soalnya aku inget, bapakku belingsatan nyari-nyari sepeda balap warna hijau (warnanya harus ijo, request maksa dariku) di toko-toko di sekitar Glodok. Gara-garanya aku ngancem gak mau makan kalau gak dibelikan sepeda balap, sepeda balap yang harus warna hijau ( padahal kan nggak mungkin juga aku mampu mogok makan :p )

Ketika aku SMA dan mendadak ada acara kerohanian di sekolah dimana pesertanya harus memakai baju muslim (mengenakan jilbab), bapakku tunggang langgang cari jilbab di pasar Tanah Abang sendirian saja, demi diriku yang malu pergi ke acara tsb bila tidak pakai jilbab. ( Ya Allah lapangkanlah kuburan beliau...)

Seingetku dulu kata kakak-kakak dan saudara-saudara yang lain, bapak pasti nyerah dan mau saja nurutin permintaanku yang (asli) sok najong dan nggak banget ituh, hahaha....Wah, betapa laki-laki mampu berubah secara demikian significant demi cintanya kepada anak-anak mereka.
(terangkanlah kuburannya, Ya Allah yang Maha Pengampun...)

Tapi ntar dulu... Gak berapa lama, setelah diriku senyam-senyum sendiri, aku terusik. Aku mendengar mas-mas ganteng (necis dan trendy plus wangi itu) yang berdiri di sebelahku bilang, "Bapak itu nggak sadar banget sih kalo dia menganggu ketertiban umum??Ini kan bus AC", sambil akhirnya melengos. Aku, sambil menampakkan muka yang manis banget (baca: geregetan) , ngelirik ke mas-mas ganteng tadi, sambil mbatin.."Ya, Allah...please not again..."

Entahlah, aku selalu bertemu orang-orang yang seolah mereka sepenuhnya ainul yaqin jika mereka fully-equipt, well-educated, untouchable, dari kasta mulia, serta tau dan mengerti betul secara detail tentang segala aturan kemanusiaan.

Audzubillahiminassyaiton, lirihku. Benar kata guru ngajiku, jangan membayangkan setan itu dimana, bayangkan raimu dhewe (artinya: mukamu sendiri), karena syaithon adalah akibat dari prana/energi negatif yang kita ciptakan sendiri, yang membangkitkan proses sosial destruktif baik secara fisik ataupun secara kejiwaan.

Lantas, setelah itu, berputar-putarlah pertanyaan yang ingin sekali aku tempelkan di jidat mas-mas ganteng yang wangi tadi, " Hey!! Menurut loh, apakah kesopanan seseorang, kenecisan penampilan seseorang, identik dengan realitas moralnya???". Namun, kata-kata indah yang hampir saja keluar dari mulutku, hanya mampu sampai ke hati saja.
Muke gile!. Ternyata mas-mas ini masih bermasalah dengan tampilan luar seseorang. Hmm..masih sakit mentalnya.

Seseorang, supaya mulia dimata masyarakat, harusnya terus menimba ilmu lewat perilaku. Melakukan 'tapa prihatin' dengan tujuan mencapai keperkasaan, mengurangi makan dan tidur. Lalu, kita juga dapat melatih bathin agar mampu menangkap kepekaan serta tanda-tanda di sekitar kita, agar kita jangan hanya mampu untuk sekedar menjalani hidup secara kaku, melainkan mampu "hidup" luwes.

Seorang kawan, sebut saja om Jabrik, kemarin bilang padaku, "aku ingin menjadi bodoh dan bebal, karena makin sedikit aku tahu...aku akan makin bahagia".

Analoginya, bisa jadi seperti anak kecil yang selalu bahagia-bahagia saja, pergi main, berlari-lari, belajar menggambar yang disukai, jikapun akhirnya capek, dia lalu akan minum susu sebelum akhirnya tertidur. Dan seterusnya: mengalami pengulangan yang serupa.

Aku sebetulnya agak tergelitik dengan pernyataan si om yang jabrik tadi. Sejauh yang kukira, tidak harus berhenti pada kerelaan--kerelaan untuk menjadi sedikit tahu (tidak paham) terhadap hidup agar menjadi bahagia.

Ada sesuatu yang lain, yang dapat membuat kita lebih bahagia jika kita bersikeras untuk tahu dan memahami aliran hidup. Well, nggak harus 100% paham, aku yakin 10% pahampun sudah cukup.

Yah, sederhana saja, seperti saat kita memahami kerelaan sang bapak tadi, memanggul-manggul sepeda di siang yang terik demi kecintaannya terhadap anak. Jika saja mas-mas ganteng tadi merasakan keindahan-keindahan itu. Hmm....

Padahal, menurut riwayat, Nabi Khaidir - Sang guru kehidupan, hadir kepadamu dengan suatu jenis performance yang kau benci, kau usir, yang kau tolak tadahan tangannya. Hmm, gimana mau dapat ilmu tentang kehidupan kalau mentalnya masih retarded begitu? (pahami dong, wahai mas-mas berwajah ganteng).

Semoga Kau limpahi rahmat kepada para lelaki yang mencintai keluarga dan anak-anak mereka dengan seluruh jiwa dan raga yang mereka punya, wahai Tuhanku Yang Maha memuliakan orang-orang yang Engkau kehendaki.

READ MORE - Guru Kehidupan

Minggu, Oktober 18, 2009

Hiduplah Dengan Keberanian...


Malam kian menyerukan keheningannya, jam diatas kepalaku menunjukkan pukul 02.00 wib. Aku memandang lakilaki terkasih di sebelahku. Kebisuan diantara kami cukup lama terjalin. Lebih terasakan suasana prihatin, lebih kepada percakapan batin. Dia sibuk mengusap-usapkan wajahnya dengan lemas. Rasa cemas yang sedari tadi merantas di pikiran, tak aku perlihatkan. Aku berusaha untuk tetap tenang. Karena, kalau boleh jujur, nggak biasanya aku merasakan aura laki laki sebelahku sekelam ini.


"Kamu yang sabar ya, sayang...?". Lakilaki ini membuka percakapan. Mencoba lebih tegar untuk menguatkanku. Aku cuma tersenyum. Aku pandangi dirinya dengan perasaan penuh sesak. Antara bingung, senang, haru, ragu, entahlah...aku nggak sepasti itu untuk tau.


"Ya, namanya kan juga cobaan.." Aku tersenyum, berusaha menahan semua simpul getar di balik senyumanku itu. Menahan supaya air mata ini nggak berloncatan dan berhamburan keluar.


Dan aku sedih, sedih bukan karena ditinggal kawin, bukan juga karena lakilaki ini memberikan 'wacana' tentang poligami, tapi sedih karena untuk beberapa saat kemaren, rasanya banyak sekali hal di kehidupanku yang berubah secara drastis. Sepertinya aku merasa kalau aku nggak siap untuk menghadapi semua perubahan itu. Perubahan yang mungkin akan merubah kehidupan kami juga anak anakku. ( Allah, semoga tegar hati ini..)


Di kamar, ketika diri ini baru saja selesai mengadukan semua kesah pada Segala Pemilik Hak, entah kenapa tiba tiba, aku jadi teringat sebuah qoute di sebuah cover belakang suatu buku (lupa judulnya)...yang pernah aku pinjam dari teman...."Human always afraid of the unknwon".... (sesuatu yang kita nggak tahu pasti, apa dan bagaimana itu). Dan secara nggak sadar, kita selalu mencari konfirmasi atas ketidaktahuan itu. Kenapa? Ya..., untuk bersiap siap atas kemungkinan terburuklah. Karena kita (baca: aku) sebagai manusia normal, selalu nggak mau kedapetan hal jelek, must been always delightful things, no room for sorrow!


Kembali teringat kata kata dari seorang teman yang "Too Smart and Too Complicated" itu kemaren malam saat chatting via YM. Dia bilang bahwa keberanian yang dihasilkan ketika kamu dapat menghargai ketidakpastian. Trus, kalau kamu memiliki kepercayaan dalam kemustahilan komponen yang saling berhubungan ini tetap statis dan permanen, kamu akan menemukan diri mu, dalam arti yang sangat benar, bersiap untuk yang terburuk sementara memungkinkan untuk yang terbaik. (sejujurnya, walau omongannya too complicated bagiku, tp kyknya emang ada benarnya..)

Mungkin maksud temanku yang Too Smart itu gini ..., kamu nggak bakalan merasa takut akan apapun, jika kamu mampu mengerti bahwa semua itu memang sudah diatur. Dengan memahami jika ada sesuatu yang telah menunggu dibalik 'tikungan'. Bahwa no matter what, mau kita hindari atau nggak, sesuatu itu akan tetap disana, dibalik tikungan itu.

Dengan menerima, tanpa memperhitungkan atau mencoba menerka bahwa sesuatu kejadian itu bakal terjadi atau enggak, itu akan membuat mu memiliki suatu yang namanya 'pervasive awareness' atau kalau aku artikan secara bahasa ngasal : perasaan nyantai aja, coy... Sehingga kita mampu merasa 'biasa saja' terhadap apapun yang bakal terjadi dalam hidup ini, mau masalah nggak penting sampai masalah yang paling berat sekalipun. Why? Karena emang harus begitu kok. Bahasa Jermannya, "Yo wis, nrimo wae"....Jalanin aja, bro.


Aku inget- inget juga, dulu....Bapakku juga pernah bilang tentang hal serupa. Kalau nggak salah menyebutnya...perihal beriman kepada takdir.


Jadi, harusnya tidak ada alasan memiliki rasa takut untuk masa depan, karena kita mulai tahu, hal-hal yang tidak sepenuhnya di bawah kendali kita, so, tidak ada harapan untuk hal-hal yang sesuai dengan ketakutanmu.

Lalu apa kabar dengan “berusaha dan berikhtiar” dong?


Dalam memori otakku (diartikan: waras - semoga juga bijak), ini semua berkorelasi kok. Aku bisa kasih contoh cerita dari almarhum Bapakku tentang sebuah kisah.....kisah tentang si Mimin.

Ketika teman-temannya si Mimin bekerja dengan tujuan mencari gaji jutaan rupiah, Mimin begitu terhanyut dalam upayanya menghayati dan menjalani proses kerja sehari-hari dengan penuh nikmat dan rasa syukur, intinya Mimin percaya jika “sesuatu” telah menunggunya ditikungan situ. Perihal entah itu baik atau buruk, Mimin nggak perduli. Pokoknya Mimin pasrah aja, dijalaninya bait demi bait kehidupan dengan penuh rasa ikhlas sambil berserah diri serta menerima seburuk apapun takdir yang akan datang menyapanya.


Lalu ternyata, akibat kepasrahan dan kerja kerasnya, lama-lama, Mimin secara nggak sengaja punya gaji yang jauuuh diatas orang-orang kebanyakan. So? Mimin terpaksa kaya deh. Iya, T-E-R-P-A-K-S-A, karena niat awal Mimin sebenernya bukan untuk kaya.


Inilah wujud kerja keras yang dibumbui dengan keimanan dan kepasrahan.

Jadi memang perlu di tekankan bahwa kerja keras yang dilandasi dengan sikap PASRAH, lain dengan kerja keras karena ngangsa (emm..bahasa Indonesianya apa ya?? kok aku malah bingung mengartikannya..)

Kerja ngangsa dilandasi keinginan akan hasil besar secara kongkrit dibelakangan hari. Dengan kata lain, ada target. Yang kalau target tersebut tidak tercapai maka akan membuat kecewa.

Yah, semoga, dengan keberanian, aku akan menemukan diri menjadi bermartabat. Coz, kualitas ini adalah dasar untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan segala hal, membuat keluarga yang baik, dan menikmati cinta dan hubungan pribadi.


Tuhan memang Maha Pemberi Rahmat dan Kebaikan tiada tara.

Yaa Allah, Tuhanku, You Are so cool.




* Ijinkanku untuk mampu, wahai Tuhanku, Tuhan yang Maha memuliakan...


** Sungai yang diarungi dapat membuatmu kuat....

tapi sungai yang hanya kamu pandangi,

hanya akan melemahkan hati....



READ MORE - Hiduplah Dengan Keberanian...

Rabu, Oktober 14, 2009

Tentang Asemnya Hati dan Realitas


Menilik dari judulnya saja, sudah pasti pembaca yang budiman semua akan bermuka wiron (baca: kusut) lalu berkomentar, "Maksutnyaaa??!!"

Well of course, tulisan ini dibuat saat diriku lagi asem-asemnya... makanya rada-rada mekso..


Sebenernya sih nggak gitu juga, jadi gini loh.., disaat bingung mau nulis apa, eh ternyata ada orang yang memberi "penyulut ide" sekaligus "judul" blog ini.
Dan abrakadabra.... jadilah postingan ini... (-_-)


Hari ini aku belajar tentang sebuah hal, yaitu bahwasanya......Kekecewaan hati itu sebenarnya bisa diramal, atau bahasa teknisnya bisa di prediksi, atau konyolnya mungkin bisa dipesan jauh jauh hari jika mau sebelum 'dia' benar2 datang.

Dan hebatnya lagi, ternyata, prediksi itulah satu-satunya penawar sakit hati kita..


Karena itu, makanya, kita harus jujur sama hati kita sendiri.. karena faktanya, hati punya sensitifitas yang sangat kuat.. begitu kuat hingga kita hanyut dan gak perduli sama kebenarannya..


Intinya, seruwet apapun yang namanya benang, tetep aja bisa di urai kok..
makanya aku tetep aja so cool seperti sekarang ini…(walau hati lagi asem se-asem cuka..)


Tapi yaaa, next time.. aku.. harus lebih aware sama apa kata hati kita..


Sekarang kalo aku inget kejadian itu, aku cuma nyengir..
"ya salahku juga sih.. kenapa maksa harus dijalani.."
sehingga dengan berkata seperti itu,
masalahnya jadi kerasa nggak begitu berat..


Aku jadi inget some quotation by Charles A. Beard: When it’s dark enough, you can see the stars.. artinya: musti di-pait-in dulu baru bisa berfilosofi (itulah dirikuh…)


So, balik lagi ke konteks awal...bahwa ternyata, dengan mendengarkan hati, kita jadi bisa lebih memaknai hidup..

Sekaligus percaya….that something or somebody out there really rules..


*di sebuah sunyi paling kering, kau kirim nyanyi langit.....
aku menari, menyerentaki gerak bumi.


** Perasaan rawan hanya sendawa dalam kehidupan...selepas parade senja pulang, perasaan itu juga akan hilang..


READ MORE - Tentang Asemnya Hati dan Realitas

Rabu, Oktober 07, 2009

Antara Keindahan dan Kaidah




Allah itu indah dan menyukai keindahan.
Jika Allah saja menyukai keindahan, maka manusia tidak di larang untuk menyukai dan menikmati keindahan itu.

Salah satu bentuk keindahan yang bisa kita nikmati adalah dalam hal berbusana. Dan bila kita melihat perkembangan busana muslim, rasanya kita patut bersyukur. Pasalnya, busana yang pada awalnya dipandang rendah sebelah mata ini, sekarang menjelma menjadi gaya hidup wanita modern-bahkan di kota-kota besar seperti : Jakarta, Bandung, Surabaya dsbnya. Busana muslim kini dikenakan berbagai kalangan bahkan butik-butik busana muslim eksklusif pun bermunculan.

Jadi, tak berlebihan rasanya jika kita menghargai usaha para perancang busana di Indonesia, dalam menghadirkan keindahan lewat karyanya.
Lihat saja perkembangan busana muslim beberapa tahun belakangan ini, begitu marak dengan mode- mode teranyar yang di garap oleh tangan- tangan trampil sang perancang mode.
Wanita-wanita muslim pun tanpa malu malu lagi mengenakan busana muslimah yang selalu up to date dan bervariasi mengikuti trend yang ada.

Namun, kita sering lupa, bahwa keindahan yang dicintai Allah adalah yang berjalan beriringan dengan prinsip yang syar'i, yang bisa menutup aurat pemakainya. Sering kita melihat - di jalan, mall, kantor atau bahkan kampus- wanita wanita terjebak pada keindahan di satu sisi. Sisi lain yang lebih penting yakni kaidah syariah terkesan di abaikan.

Bentuk 'pelanggaran' yang paling banyak di temukan adalah penggunaan kerudung dan baju yang jelas mencetak bentuk tubuh. Masih banyak yang menggunakan kerudung tapi memperlihatkan kulit leher. Baju yang terlalu pendek hingga memperlihatkan (maaf) bagian belakang tubuh. Dan beberapa kesalahan yang nampak 'selebor' menerapkan kerudung sebagai penutup aurat.

Akhirnya, tinggal kita yang bisa memilih; keindahan satu sisi atau keindahan seiring syar'i yang disukai Allah?. Hati kita jualah yang menentukan.
Jadi, bila ingin indah di pandang oleh Allah sukur-sukur juga mendatangkan pahala dan barokah kenakanlah baju muslimah yang bisa menutupi aurat kita.
READ MORE - Antara Keindahan dan Kaidah

Jumat, September 25, 2009

Masih Suasana Lebaran kan....

Mumpung masih dalam suasana lebaran kan...., ijinkan sekali lagi saya mengucapkan....


*Maaf, karena yang ngurus blog ini masih mudik, masih disibukkan dengan urusan anjang sana sini bersilahturahmi ke kerabat2 yang jumlahnya tidak sedikit ( ^_~).... Jadi bagi siapa saja sahabat blogger yang masih setia mengunjungi blog ini saya haturkan terima kasih sangaatts!!

Maaf juga tidak bisa menjamu dengan minuman segar dan kue2 lebaran :P.

Insya Allah...see u all next week, yaaa.... :)
READ MORE - Masih Suasana Lebaran kan....

Kamis, September 03, 2009

Jangan Lumpuhkan Nuranimu, kawan...


Sebuah pesan masuk dalam inbox di Fb ku, kemarin :
"Tindakan yang dapat merusak moral manusia adalah tindakan2 tak bermartabat, yang di lakukan tanpa berpedoman pada kehalusan budi pekerti serta tanpa di landasi kesadaran individual yang tinggi"

Entah kenapa otakku langsung berputar secara konstan dengan frekwensi yg teratur dlm periodik tertentu (halah!! bahasanya..!) lalu menghubung2kan pesan dari temanku tadi dengan kejadian2 yang marak berlaku di masyarakat Indonesia sekarang ini.

Pelecehan satu golongan dengan golongan lain. Menyerukan aspirasi yang kebablasan dan berujung fitnahisasi yang berlebihan. Menyuarakan suara rakyat yang pada dasarnya tak mengerti apa maksudnya. Menuntut pada penguasa perbaikan sana sini tanpa peduli bahwa pemerintah punya bertumpuk2 masalah yang harus segera di benahi satu persatu. Merasa dirinya paling benar dan bermartabat, hingga berpikir dia lah yang pantas memimpin negeri ini. Hingga, jalan melawan hukum agar bisa mencapai tujuan tertentu.

Lalu, aku jadi teringat dengan kejadian tahun 1998. Ketika aku berada di tengah2 kerumunan orang yang memakai jaket almamater. Saat itu merasa bangga, karena telah menjadi bagian dari sebuah reformasi bangsa. Tak peduli mata yang perih berhari2 akibat semprotan gas air mata. Berlari2 dari kejaran aparat yang memakai baju ala 'Robocops'. Hanya demi satu tujuan, perubahan yang lebih baik di negeri tercinta ini.

Akhirnya, apa yang kita dapat? Hilangnya Timor Timur dari NKRI, penjualan berbagai aset negara dll. Kemana teman2 'seperjuangan' pada waktu itu - yang sekarang telah menjadi anggota dewan yang terhormat? Kemana suara2 lantangnya yang dulu bak auman singa kelaparan di tengah hutan. .? Suatu kesia2an yang begitu menggelikan bahkan mungkin menyedihkan. Ah, begitu naif rasanya diriku ....

Aku, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa raga. Tapi aku juga berfikir, mungkin bangsa kita kena kutuk. Kena kutuk, akibat terlalu banyak perilaku kebinatangan yang di lakukan oleh sang manusia yang notabene 'makhluk Tuhan' yang di gembar gemborkan paling mulia.

Contoh globalnya gini deh, lihat saja reaksi dan bentukan sikap egois nan brutal suatu golongan atau masyarakat manusia yang sedang berhadapan dengan golongan atau masyarakat manusia yang lain, yang asing yang belum di kenalnya atau yang mana ia tak mau (atau malas) mengenalnya.
Sikap demikian, sama sekali nggak patut di jadikan contoh oleh suatu bangsa atau individu (bahkan oknum) sekalipun.

Meskipun era modern membawa kebaikan untuk manusia, namun secara paradoks, umat manusia itu sendiri berada dalam 'highly ultimate danger', selama orang hidup tidak sebagai manusia, tetapi sebagai binatang.
Mungkin, kegelapan di Indonesia bisa disebabkan oleh sistem struktur sosial yang memberi peluang bagi beragamnya tindakan kekerasan terhadap kemanusiaan.

Jadi teringat kata2 dari bapakku dulu, bahwa perikemanusiaan, atau kasih, atau apalah namanya, memang sepintas tampak lemah tapi kalau kita bisa memanfaatkan energi yang tersimpan di baliknya, kelemahan itu bisa berevolusi dan menjadikan kita individu yang sangat kuat.

Ingat, sempurnanya tubuh nggak pernah menjadikan jaminan atas sempurnanya jiwa. Namun bagaimana kita mau menyempurnakan jiwa kalau nggak tertinggal sedikitpun rasa perikemanusiaan di dalamnya???
Well, belum ada yang mampu menjawab tantangan ini.




*Kawan, jadi, beranikah kau berperang melawan diri mu sendiri untuk mengurangi sikap 'gegabah' kepada orang lain. Sanggupkah kau mengalahkan obsesi kehidupanmu sendiri untuk merintis peperangan2 yang at least lebih punya harga diri dan terhormat di mata orang2 terdekatmu?
Kawan, mulailah meruntuhkan tembok2 kebanggaan terhadap sifat 'merasa diri paling benar' yang kau miliki. Dan mulailah belajar mengeluarkan kata kata yang lebih bijak.


**Apapun jalan yang kita tempuh, apapun 'peperangan' yang berkecamuk dalam diri, selalu ada pilihan. Pilihan itulah yang membuat 'siapa diri kita sebenarnya'. Semoga selalu dapat memilih untuk melakukan apa yang benar....

READ MORE - Jangan Lumpuhkan Nuranimu, kawan...

Sabtu, Agustus 15, 2009

Too Smart and Too Complicated


Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu , aku mengenal pria pendiam ini. Dia adalah teman sekelasku waktu kuliah dulu. Orangnya lebih banyak diam, dan lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan ketimbang nongkrong di kantin kampus bareng kami. Wajar kalau dia memang satu2 nya mahasiswa yang lulus tercepat di angkatan kami. Dia salah satu yang lulus dengan predikat 'cum laude' di kampus ketika itu, dengan IPK jauh di atas rata rata.

Perjumpaanku dengan dia terjadi pada saat kami sama2 mengikuti satu seminar di suatu tempat, minggu kemarin. Perbincangan terjadi saat 'coffee break'.
Setelah beberapa saat kami memulai percakapan, aku menemukan sesuatu yang aneh pada dirinya..

He’s way too smart and too complicated. Setiap percakapan selalu di artikan atau di jabarkan dengan symbols, enigma, expressions..
even the simple one..


Dia membuatku selalu berpikir, berpikir selama....ada deh 5 menitan ( T__T) , cuma buat mencerna kalimat yang dia katakan untuk di translate dalam otak ku...

5 minutes is wasted only to interpretate a sign from his brain wave.... sigh!...


Contohnya, pria satu ini pernah bilang sama aku:
"Jiwamu bervibrasi di satu titik dalam lintasan domain pikir yang kamu ciptakan sendiri.."
[D4mn Dude!! try to read it in a simply one inhale.. I bet you can't!!]


Kalau ada yang ngerti tunjuk tangan!!.....


Dia juga bilang kalo ternyata aku itu suka hal-hal yang paradok, [entahlah, apa maksutnyah!...]


Dia juga bilang: "Waktu hati ingin menumpahkan ekstase, tangan jadi terlalu lambat untuk ngetik sms", [artinya: jempol gue pegel nih sms-an, telpon2an aja siiiyh...] :P


Dia juga bilang, "Semua bisa mutlak dan nisbi ", [artinya: itu relatif]


Dia juga pernah bilang, "Itu cuma redaksi pujian standar, coba tolong dibuat formula pujian yang lebih berkelas dan sophisticated",
[artinya: plis deh, kalo mo muji gue nggak usah gitu, langsung aja....] ( >_< )


Dia juga pernah ngasih comment di FB teman, "Cinta selalu menawarkan kepuasan atau kebahagian.. tapi Cinta…menawarkan kematian untuk merengkuh zenithnya…",
[artinya: makanya, kalo nggak mau sakit, jangan pacaran!!]


Atau ini, " Karena kekurangan “Pasar Keteladanan” dlm komposisi tertentu..." hhh... T__T [tuh tuh tuh kan? yang itu kayaknya aku butuh 3 hari buat mengartikan..]


Fiiiuuuuhhhh [cabeee deee......]


Secara keseluruhan sebenarnya dia menarik, dan juga sangat complicated , memang... (excluding sophisticated of course).... Kelihatan kan dia punya cara sendiri untuk explore himself.


Tapi entah... Kok dengan melihat dia yang begitu, aku merasa, kalo dia terlalu kecewa sama dunia, terlalu kecewa sama kondisi yang selalu nggak men-define the riddles of his own mind
[nah aku mulai ketularan kan ngomong kyk dia?]


Hahaha... gilanya, aku jadi ngebayangin istrinya. Pasti sang istri musti bawa kamus kesana kemari kalo ngomong sama dia..


Busyeeeettt…
gimana cara orang kayak gini beromantis2 ria ya??


Akhirnya, aku jadi berpikir alangkah indahnya jadi orang dodol seperti aku yang tak perlu mencerna kata-kata karena mereka tak ada artinya apa-apa. Aku lebih senang melihat bunga merekah, kabut menggelayut, pohon pinus berbaris indah atau sawah yang menguning, dan anak-anak bermain bola sambil tertawa bebas ... ^_^



If you are enjoying a cup of coffee and you understand the bitter and the sweet of life, you will really enjoy the cup of your coffee then. So, not knowing is also a blessing.



READ MORE - Too Smart and Too Complicated

Jumat, Juli 24, 2009

Cyber Love


Serpihan hatiku masih berkecamuk sendu pada sore yang mendung ini. Suara ketak-ketik keyboard beradu dgn suara Avril Lavigne diruang sebelah.


Tanpa berasa capek, aku baca ulang tiap baris tulisan itu. Aku persempit makna tiap katanya, aku rekonstruksi sekaligus raba kedalaman arti huruf demi hurufnya.


Kepalaku bergerak ke sisi kanan, iseng berkreatif-ria mencari telusuran rasa yang coba disampaikan pada tiap barisnya.


Kali ini aku coba gerakin kepala ke sisi kiri, mencoba mendefinisikan imaji yang aku tangkap pada pemaknaan emosi yang dijabarkan sangat lugas ditiap inti kalimatnya.


Sandra, temanku. Sedang di rundung duka nan merana yang melekat di dirinya. Ngobrol denganku via YM, Sandra cerita kalau dia telah terlibat cinta dengan temannya di dunia maya. Dengan sangat panjaaaanngg...Sandra cerita lewat tulisan yang tampil di layar LCD ku.


aahh...A Cyber Love....pikirku.


Cowok itu- sebut saja Jack. Dia begitu membetot perhatian Sandra lewat cerita2 dan tulisan2 di blognya. Begitu kagumnya Sandra pada Jack hingga dia mau saja di 'persunting' Jack untuk jadi kekasihnya hanya via YM !!.. ooalaah Gustiiii....


Dunia maya pun bagai dunia milik mereka berdua saja. Kata Sandra dan Jack, "Yang laen mah ngontraaak..!.." Hikz..


Tulisan Sandra terus berhamburan pada layar LCD ku...


Aku selalu berharap dicintai laki-laki seperti halnya Jack mencintai ku. Aku selalu berharap dipandang laki laki sebagaimana the way I am seperti halnya Jack menerima aku apa adanya. But once it happened to me, the feeling just not right, everything went so wrong.


Sandra terus menangis sesenggukan di ym, sore itu...


And finally, He hurt me so bad. Dia gak mau lagi ketemu sama aku, setelah 6 bulan kami pacaran. Bahkan untuk ketemu di Ym pun dia gak mau jawab. Jack telah mencampakkanku, dia telah membohongiku. Dia bilang akan mengunjungiku di kotaku, mbak. Tapi....ternyata.." Jack yang berjanji, Jack pula yang mengingkari..." (halah..malah dangdutan..)


Ketika Jack mengucapkan kata perpisahan yang menyakitkan bagi Sandra ( tentu saja via ym); Sandra sempat berujar: “Sungguh, kupikir semua akan menyakitkan buatku untuk sekedar mengingat dan menikmati senyumanmu dari jauh…”


Dan dalam kesendirian Sandra, untuk Jack ia menulis puisi ini.



padahal aku datang ingin mengucap rindu,
dan kau anggap aku kosong seperti hantu.
sungguh tiada bisa kau kubenci,
walau bait katamu pedih mencaci maki.


aku cuma ingin segera berlari,
menjauhi ego yang merampas kamu dari sini.
dan meminta waktu secepat-cepatnya berputar,
hingga kudapat melupakanmu secara sadar.


aku cuma ingin pulang,
agar bisa menghapusmu wajah nan usang.
mungkin sayang benar kataku,
drama ini selayaknya kita tutup sedari dulu.


walau luka ini sudah menganga berongga,
dan keujung akhirat saja membencimu ku tak bisa.
ku akan tetap berdiri menentang menyetujui perang,
kukan tebas rintangan yang menentang dengan jalang.



Tulisan itu menjadi blur di bawah lelehan air mata Sandra. Dan aku nggak tau, apakah air mata ini ngalir normal, ataukah (ironisnya) mengalir karena akhirnya Tuhan berbelas kasih untuk membiarkan Sandra merasakan sedikit ”radiasi emosi kerinduan” yang tersulam begitu sederhana, indah, sekaligus kelam, pedih dan menyakitkan pada bait bait bisu itu? Ah, aku nggak tau.


Tapi, aku percaya, jika beberapa orang memang ditakdirkan memiliki "tragic love story". Tapi itu justru barangkali Tuhan punya rencana indah dibalik semua pergulatan-pergulatan batin yang berat itu. So..??


Cinta mungkin seperti dialog Meryl Streep dalam salah satu adegan filmnya (sori..lupa judulnya) . " Perlu sebuah usaha untuk mencintai, perlu sebuah usaha untuk merasa jatuh cinta. Dan perlu sebuah usaha untuk merasa dicintai... " Tapi menurutku, yang penting adalah : perlu sebuah usaha untuk bisa menghargai.


Lalu, apa sih Cinta ?



Semua bisa mengartikan cinta dengan apa aja, tapi satu yang harus di sadari, bahwa cinta bisa datang dari hal yang sangat sederhana. Kadang seseorang merasa mampu untuk mencintai, tapi gak siap untuk dicintai. Aku rasa itu yang Jack rasain sekarang. Bahwa mencintai itu bukan hal yang mudah. Tapi karena itu bukan hal yang mudah, kita nggak boleh gitu aja menyerah. Cinta butuh di pelihara. Ternyata dibalik sepak terjangnya yang mengejutkan, cinta tetap butuh mekanisme agar mampu bertahan.


Mempertahankan sebisa mungkin apa apa yang diyakini memang baik, di tambah dengan keterlibatan Tuhan di dalamnya (dalam Islam, we called Istikharah) akan membuat perjuangan itu akan lebih punya makna.


Lagi pula apa salahnya dicoba. You wanna try??



* Tulisan ini berdasarkan kisah nyata dan ditulis kembali dengan Hiperbola oleh Tisti Rabbani , untuk 2 sahabatku yang pernah/ sedang terlibat Cyber Love...

Girls, kalau memungkinkan kopi darat dulu sebelum memutuskan utk pacaran, ya ^_^

READ MORE - Cyber Love

Selasa, April 14, 2009

Kuis 'menggila'...???


Siang senin mendung kemarin, baru aja nyampe rumah setelah habis njemput anakku dr sekolah. Badan yang dari kemaren terasa pegel2 ini pun minta di rebahkan di alas yang empuk dan nyaman.. Ahh!..nikmatnya.. Baru saja kaki ini di selonjorkan...
'Drrrtttt..drrrttt..., hp yang ada di depanku berputar2....
Mmmm..aku buka kotak pesan, ada beberapa pesan belum terbaca dari teman sma ku Melly. Isinya : "Ol donggg...lama ni kita gak ngobrol...", pesan yang tertulis di hp.

Melly - teman ku dari jaman sma, yang masih tetep jadi fans setia ku..(hehehe..)
Kami sebenarnya adalah dua pribadi yang bertolak belakang, beda banget! baik dari sifat, kebiasaan bahkan hobi....satu aktif ga bisa diem, yang satu lagi orangnya pendiem abiiss..(gak bakalan ngomong deh kalo gak ditanya). Satunya doyaann banget dandan..
( dulu bahkan wkt sma kalo guru lg lengah, sempet2nya do'i nyisiran rambut sama lipglossan dulu..), satunya?..boro2!..sampe punya anak dua juga gak bisa pake eyeshadow sendiri..(hehehe..)
Melly jago banget baca puisi tapi tidak bisa menulis puisi...yang satu tentu aja kebalikannya.. nulis puisii.. melulu, tapi kalo suruh baca...(apalagi kalo di depan orang banyak)..bisa ndredek!
Tapi biar sifat kita beda, kyknya kita membutuhkan satu sama lain deh..(iye gak mel..??)
Buktinya sampe detik ini kita selalu curhat2an tuuuhh...via telpon maupun chatingan.

Eniwei, aku nyalakan kompi dan langsung sign in ke ym..(kyknya ni status udah kategori gawat darurat artinya bakalan mo ada yg dicerita'in ama si etek Melly ni..sampe ngebet banget mo cetingan ma gue). Dan dimulailah kegilaan itu....

Berikut percakapan antara aku dan melly...
melly : gw mo kasih kuis ni ama loe...siap2 ye..
(belom2..dia udah ngasih kuis???...kuis apa'an cobaa..gilingan ni anak!, kirain ada pa'an gituh?..)

aku : yaaa..eloo..gw kira mau cerita ape..eeh, malah kuis...males ah!...
(paling benci deh ama kuis2an gituu.! )

melly : entar dulu!, ini kuis bkn sembarang kuis..pertama!....
(belom jg sempet ngetik ni tangan, melly udah ngetikin pertanyaan kuisnya...)
: warna yang loe paling demen apa'an ?...jwbanny yg serius lhoo..!!

aku : (yaaeeellaa...kuis kagak penting bngt sii!!...) hitam kalee...
(asal aja jawabnya!... )

melly : alasan loe suka sama warna item napa?...

aku : harus ada alasan???.... (plisss deee...)

melly : yaeyalaaa...

aku :(mikir jg nih..mmm..apa yaa ?... asal nyablak aja lah!... )
bagi gw item itu warna yg misterius..loe gak bisa liat ada apa di belakang
warna item..., trus item buat gw jg warna netral.., coz bisa dipadu in ama
warna apa aja..kyk baju gitu loh!..

melly : oke..sip..sip...pertanyaan kedua!

aku : ( buseeett..ada lagi..!! ) ada lagi?..ngomongin yg laen aja napa?..

melly : loe tau kan ada 4 elemen di dunia ini, .air, api , udara dan tanah...

aku : mmmm...trus...

melly : pertanyaan gw, loe paling suka ama air apa, mksd gue jenis air pa'an yg loe
paling demen..dan sensasi apa yg bisa loe rasakan dr jenis air itu?

aku : aer ujan..., gue selalu nunggu2 kapan ujan mau datang,
coz gue suka hujan..suasananya....bunyi air saat jatuh ke genting..trus ketanah,
oya.. gw jg menikmati bau tanah saat selesai hujan...
hehehe , pinter kan jawaban gue, mel?..

melly : trus kalo loe lg jln2 di hutan dan loe liat ada air terjun, dan elo pengen banget naik sampai puncaknya sambil liat pemandangan indah dibawahnya..menurut elo ketinggian air terjun itu berapa?

aku : mmm...15 meter kali

melly : qiqiqi..terusin ya, selanjutnya...

aku : lagi?..bnyk amat pertanyaannyah!?.. (jijay bngt sii..mel! )

melly : nah, loe kan panjat itu air terjun yg tingginya menurut loe 15 meter..kalo loe udah nyampe puncak nya reaksi loe apa'an ?.. :)

aku : seneeengg dooongg..gue bakalan tereak: yeaahhhh..!! puasss...!!berhasil, berhasil...o yeah..!! (kayak si dora dan buzz..)

melly : wakakakakak...100x

aku : trus pa'an lagi?

melly : iye..iye... :)) na.. skrng result nya ya...

Hahaha...dasar kuis gila! dan aku udah terjebak dgn jawaban2 ku sendiri....dan ternyata kata si melly aku adalah orang yang : ...

Warna hitam, aku ternyata di pandang orang lain sbg pribadi yg misterius..mistis, ada ketenangan dan kedamaian yg abadi..
Enggak bangets!!!..hahaha..dasar kuis konyol!!...

Kedua tentang air; jawaban ku adalah air hujan, dan ternyata...
Air menggambarkan sisi seksualitas dari sudut pandang aku sendiri. Artinya aku suka cara bercinta yg gimana sih..( bussseeettt mellyyyy!!!!!...)

Ketiga; menebak ketinggian air terjun... Ini tentang tingkat libido kita.. Aku jawab tinggi air terjun 15 m, hehehe...untung aku gak jawab 100 meter...fuihh

Keempat; apa yg aku lakukan saat berhasil mencapai puncak air terjun.
Yg ini bisa ketebak, pasti berhubungan dgn 'sexual activities'. Dan aku akan teriak kegirangan saat.......( gak berani nulisnya!!...)

beuhhh!!!!
READ MORE - Kuis 'menggila'...???

Jumat, Maret 20, 2009

my apologies...


setahun sudah saya tidak menjejak kaki di sini..
di rumah saya sendiri...
maaf teman,
maaf..sekali lagi maaf...

terlalu lama membiarkan rumah ini tak berpenghuni..
membiarkan rumput dan bunga mengering dan meranggas...

maaf,
telah membuat tamu yang telah datang menengok
terabaikan..
maaf,
untuk pesan yang menumpuk dan berdebu..

terima kasih,
untuk sekedar bersapa kabar di beranda..

dan kini,
telah ku bukakan pintu untuk mu teman...
telah kubersihkan debu yang menempel..
berdandan sekedar menyambut kedatanganmu..

silahkan..
silahkan berkunjung kembali..

rumah ini telah berpenghuni..
READ MORE - my apologies...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

©2009 Tisti Rabbani | by TRB