Kamis, Maret 27, 2008

menunggu fajar..

suara angin berdesau semilir..
menyentuh wajah..
aku duduk menunggu fajar
pucuk daun melambai lambai
memanggilku,
seperti seorang teman lama..
ingin kusapa..
sekejap kau sirna
seperti ditelan bianglala..
angin dingin
getarkan bibirku..
sebut namaMu..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Followers

©2009 Tisti Rabbani | by TRB